Tentang Kami
RASPRO Indonesia merupakan komunitas dan kelompok studi yang berfokus pada edukasi, penelitian, dan penerapan penggunaan antimikroba secara bijak di Indonesia. Kami terdiri dari dokter spesialis, subspesialis, farmasis, tenaga keperawatan, serta praktisi kesehatan lainnya yang memiliki kepedulian terhadap meningkatnya masalah resistensi antimikroba dalam praktik klinis. Seluruh kegiatan edukasi RASPRO Indonesia disusun dengan pendekatan kolegial, ilmiah, dan aplikatif, agar dapat langsung diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui RASPRO Indonesia Digital Education Center, kami memperluas jangkauan edukasi dengan memanfaatkan teknologi digital agar pembelajaran dapat diakses secara luas, merata, dan berkelanjutan oleh tenaga medis di seluruh Indonesia.
Sejarah
Tahun 2013 menjadi titik awal perjalanan RASPRO Indonesia, berangkat dari kepedulian terhadap meningkatnya resistensi antibiotik sebagai isu kesehatan global dan nasional. Pada tahun ini, sebuah karya tulis ilmiah yang disintesis dari berbagai jurnal dan literatur ilmiah disusun dengan judul Ronald Irwanto Antimicrobial Stewardship Program (RASPRO). Karya ini dikembangkan oleh dr. Ronald Irwanto, SpPD-KPTI, FINASIM bersama para kolega yang memiliki visi yang sama, dengan tujuan membantu rumah sakit menjalankan fungsi pengendalian resistensi antimikroba secara sistematis dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Tahun 2014, pengembangan konsep RASPRO memperoleh penguatan akademik dan praktis setelah dr. Ronald Irwanto, SpPD-KPTI, FINASIM mengikuti simposium internasional di Manila, Filipina, atas ajakan dr. Johan Bunardi. Pada simposium tersebut, paparan Prof. Yehuda Carmeli mengenai stratifikasi risiko pasien memberikan perspektif baru dalam tata guna dan tata layanan antimikroba, yang kemudian menjadi rujukan penting dan semakin menyempurnakan RASPRO sebagai sebuah karya ilmiah berbasis praktik klinis.
Tahun 2017 menandai fase diseminasi publik konsep RASPRO kepada komunitas medis nasional. Dengan persetujuan Ketua Perkumpulan Pengendalian Infeksi Indonesia (PERDALIN) Pusat, Prof. DR. dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K), konsep RASPRO mulai dipresentasikan secara resmi melalui workshop PERDALIN ARTS. Pada tahun yang sama, komunitas RASPRO Indonesia mulai dibentuk sebagai wadah komunikasi dan pembelajaran antar tenaga medis yang memiliki kepedulian terhadap resistensi antimikroba dan penerapan Antimicrobial Stewardship Program (ASP).
Tahun 2018, RASPRO sebagai karya tulis memperoleh pengakuan hukum melalui Hak Cipta dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dengan nomor 000121541. Pada tahun ini pula, bersama para sejawat lintas profesi kesehatan, dibentuk RASPRO Indonesia Study Group yang berfokus pada kegiatan penelitian, edukasi, dan pendalaman aspek-aspek pengendalian resistensi antimikroba secara lebih komprehensif dan terstruktur.
Tahun 2019 menjadi tonggak penting dalam peneguhan nilai RASPRO sebagai milik publik. Pada tahun ini, para perintis RASPRO Indonesia Study Group sepakat bahwa konsep RASPRO dapat digunakan secara bebas oleh rumah sakit tanpa pungutan royalti. Dalam semangat keterbukaan ilmiah dan kolegialitas, singkatan RASPRO kemudian secara resmi dimaknai sebagai Regulasi Antimikroba Sistem PROspektif (RASPRO), menegaskan orientasinya sebagai sistem yang aplikatif, prospektif, dan terbuka untuk dikaji serta dikembangkan bersama.
Tahun 2020, tepatnya pada 8 Juni 2020, menjadi fase institusionalisasi RASPRO Indonesia melalui pendirian Yayasan Pelita RASPRO Indonesia (YPRI) berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia nomor AHU-0008745.AH.01.04. Yayasan ini dibentuk sebagai payung hukum untuk melestarikan pemikiran RASPRO Indonesia Study Group serta mendukung kegiatan penelitian, edukasi, dan pengembangan kebijakan pengendalian resistensi antimikroba secara berkelanjutan.
Tahun 2020 juga memperlihatkan penguatan struktur yayasan dengan bergabungnya Prof. Dr. dr. Djoko Widodo, DTM&H, SpPD-KPTI, FINASIM sebagai penasihat. Pada fase ini, YPRI dirancang dengan struktur organisasi yang ramping agar dapat bergerak secara luwes, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan pengembangan ilmu dan praktik pengendalian resistensi antimikroba di Indonesia.
Tahun 2026, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi di berbagai sektor, RASPRO Indonesia merespons tantangan zaman melalui transformasi digital yang strategis dengan meluncurkan RASPRO Indonesia Digital Education Center. Platform ini dikembangkan sebagai pusat pembelajaran digital yang menyediakan berbagai kursus dan workshop medis berbasis praktik klinis, dilengkapi dengan sistem evaluasi terstruktur dan sertifikasi resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Tahun 2026 menandai era baru RASPRO Indonesia, di mana pembelajaran dan diseminasi ilmu tidak lagi terbatasi oleh ruang dan waktu. Melalui platform digital ini, RASPRO Indonesia secara efektif menjembatani para narasumber dengan peserta dari berbagai daerah, mengurangi hambatan waktu, biaya, dan tenaga, serta mendukung peningkatan kompetensi tenaga medis secara berkelanjutan dan terdokumentasi secara profesional.
Kenapa RASPRO Indonesia Digital Education Center?
RASPRO Indonesia Digital Education Center dikembangkan oleh komunitas dan praktisi medis yang aktif dalam pengendalian resistensi antimikroba di Indonesia. Platform ini tidak hanya menyampaikan teori dan formulasi, tetapi juga pengalaman klinis nyata, pendekatan aplikatif, dan solusi yang relevan dengan kebutuhan rumah sakit serta fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
Pembelajaran Fleksibel
Akses materi kapan saja dan di mana saja tanpa mengganggu aktivitas klinis dan pelayanan kesehatan Anda.
Berbasis Praktik Klinis dan Evidence-Based
Materi disusun dan disampaikan langsung oleh dokter dan praktisi berpengalaman dengan pendekatan aplikatif dan berbasis literatur ilmiah.
Sertifikasi Resmi
Setiap program dilengkapi sertifikat digital RASPRO Indonesia dan diajukan untuk sertifikasi resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Tim Kami
Tim RASPRO Indonesia Digital Education Center terdiri dari gabungan tenaga medis, akademisi, dan profesional pendukung yang memiliki peran strategis dalam pengembangan konten dan pengelolaan platform digital.
Dra. Yulia Trisna, Apt, MPharm, FISQua
Apoteker klinis senior RSCM, eks Kepala Instalasi Farmasi, surveior KARS, aktif di Kemenkes & FIP, ahli mutu, keselamatan obat & akreditasi RS. Dra. apt. Yulia Trisna, M.Pharm., FISQua, FFIP adalah seorang pakar farmasi rumah sakit senior di Indonesia yang memiliki reputasi internasional. Beliau dikenal sebagai tokoh yang aktif memperjuangkan kemajuan praktik kefarmasian melalui berbagai organisasi profesi dan sertifikasi kualitas pelayanan kesehatan, selain itu beliau sering menjadi narasumber dan instruktur dalam pelatihan manajemen obat serta surveior akreditasi rumah sakit (KARS).
Apt. Yovita Diane Titiesari, Msc
Apoteker klinis lulusan University College London dengan fokus pada farmasi onkologi. Saat ini memimpin layanan farmasi di Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center Siloam Hospitals serta aktif sebagai dosen dan pembicara.
Apt. Hadi Sumarsono, S.Farm, M.Farm
Apoteker klinis dengan latar belakang S1, Profesi, dan Magister Farmasi Rumah Sakit. Leader Farmasi Klinis RS Pondok Indah Puri Indah.
Apt. Agil Bredly Musa, Msc
ABM berkarier di RS Cipto Mangunkusumo sejak awal dan kini menjabat asisten manajer, mencerminkan dedikasi dan etos kerja tinggi. Fokus pada praktik farmasi dan terapi obat optimal, ia memastikan layanan profesional, efektif, efisien, serta berkontribusi pada kepemimpinan tim.
dr. Aziza Ariyani, Sp.PK., CIPP
Dokter Spesialis Patologi Klinik (Sp.PK)
Dokter Spesialis Patologi Klinik yang aktif dalam organisasi kedokteran dan pengendalian infeksi di Indonesia
dr. Ronald Irwanto, Subsp.PTI(K), FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD)
dr. Ronald Irwanto Natadidjaja, Sp.PD, Subsp.P.T.I. (K), FINASIM adalah seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik Infeksi yang sangat aktif dalam mengadvokasi penggunaan antibiotik yang bijak di Indonesia. Beliau memiliki kompetensi khusus dalam menangani berbagai penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit, termasuk penanganan sepsis dan resistensi antimikroba.
Ready to Transform Your Practice?
Bergabunglah dengan ribuan tenaga medis yang meningkatkan kompetensi mereka melalui workshop RASPRO Indonesia Digital Education Center.